Panduan Affiliate Enteros
ENTEROS
Affiliate Guide 2025

Panduan Affiliate Enteros

Website ringkas untuk affiliator: standar konten UGC, tugas minimal 3 video, deadline 7 hari, kode boost, dan ide konten berdasarkan isu flek paru, wasting, serta anak susah makan.

3video wajib dibuat
7hari batas upload
3isu utama konten
01 · Standar Konten

Konten harus natural, jelas, dan mudah dipercaya.

Bagian ini menjadi aturan dasar agar video affiliate terasa seperti pengalaman nyata, bukan iklan formal yang terlalu kaku.

Format & Durasi

Video wajib portrait 9:16 dengan durasi ideal 15–25 detik agar pesan padat dan retention lebih kuat.

Metode Konten UGC

Konten dibuat seperti cerita pribadi: akrab, tulus, personal, dan seperti rekomendasi kepada sesama ibu.

🎙

Audio & Voiceover

Gunakan suara asli atau voiceover yang jelas. Hindari video hanya berisi gambar produk dan musik.

Visual Produk

Produk Enteros harus terlihat nyata, misalnya dipegang, ditaruh di meja makan, atau ditampilkan saat rutinitas harian.

Catatan bahasa aman: hindari klaim seperti menyembuhkan flek paru, mengobati wasting, langsung gemuk, atau pasti sembuh. Gunakan bahasa seperti membantu mendukung asupan harian, nafsu makan, dan nutrisi anak.
02 · Alur Kerja

Dari terima produk sampai kirim kode boost.

Ikuti alur berikut agar kerja sama affiliate rapi, mudah dicek admin, dan video yang bagus bisa mendapatkan akses fitur iklan dari seller.

1

Terima & coba produk

Pahami brief, coba produk sesuai arahan, lalu pilih konsep video yang paling dekat dengan audiens.

2

Review etalase

Berikan ulasan bintang 5 di marketplace tempat produk di-checkout setelah produk diterima dan dicoba.

3

Produksi minimal 3 video

Setiap video fokus pada satu isu: flek paru, wasting, dan anak susah makan.

4

Upload maksimal 7 hari

Tiga video wajib selesai dan diunggah dalam 7 hari kalender setelah produk diterima.

5

Kirim link & kode boost

Kirim link video dan kode boost kepada admin agar seller bisa mengakses fitur iklan dari sisi seller.

03 · Tugas Video

Minimal 3 video dengan urutan isu yang jelas.

Gunakan urutan ini agar konten lebih rapi, tidak monoton, dan mudah dipantau oleh admin.

Video 01

Isu Flek Paru

Bahas awareness seperti batuk lama, nafsu makan turun, berat badan sulit naik, badan lemas, dan pentingnya orang tua lebih peka. Enteros diposisikan sebagai pendukung asupan harian, bukan obat.

Contoh narasi aman

“Bun, kalau anak batuk lama, nafsu makan turun, dan berat badannya susah naik, jangan disepelekan ya. Selain tetap periksa kondisi anak, bantu juga dukung asupan hariannya.”

Video 02

Isu Wasting

Bahas anak terlihat sangat kurus, berat badan tidak naik, tubuh terlihat kecil, atau sering dikomentari kurus. Hindari klaim mengobati wasting.

Contoh narasi aman

“Kalau anak terlihat makin kurus, makannya sedikit, dan berat badannya susah naik, ibu pasti kepikiran. Yuk mulai lebih rutin pantau makan anak dan bantu dukung asupan hariannya.”

Video 03

Isu Anak Susah Makan

Bahas GTM, picky eater, hanya mau susu, makan diemut, makanan dilepeh, bekal tidak habis, atau anak kabur saat waktu makan.

Contoh narasi aman

“Dulu tiap jam makan rasanya drama terus. Anak susah buka mulut, makanan sering nggak habis. Sekarang aku mulai biasakan rutinitas kecil buat bantu dukung nafsu makannya.”

04 · Referensi Konten

Contoh video bagus untuk inspirasi gaya konten.

Bagian ini berisi contoh konten yang sudah dikumpulkan sebagai referensi. Video di bawah ini tidak ditempatkan sebagai isu spesifik, melainkan contoh gaya konten yang bisa dipelajari dari sisi hook, storytelling, visual, ritme editing, dan kedekatan dengan audiens.

Catatan untuk affiliator: jangan copy mentah-mentah. Ambil pola komunikasinya, gaya ceritanya, cara membuka video, cara memperlihatkan aktivitas harian, dan cara membuat konten terasa natural.
1

Mukbang finger food

Contoh konten makan anak yang terasa natural, hangat, dan relatable.

Yang dipelajari: visual anak makan, aktivitas harian, dan cara membuat momen sederhana terasa dekat dengan ibu-ibu.

2

Anak susah makan setelah mudik

Contoh hook yang dekat dengan kejadian sehari-hari dan mudah memancing komentar.

Yang dipelajari: gunakan momen aktual keluarga sebagai pembuka konten agar terasa tidak dibuat-buat.

3

Kesalahan saat anak usia 2 tahun

Contoh storytelling berbasis pengalaman dan rasa penyesalan orang tua.

Yang dipelajari: emotional hook, sudut pandang personal, dan cerita yang membuat audiens merasa “aku juga pernah begitu”.

4

Masak ikan tanpa merusak gizi

Contoh konten edukasi resep yang tetap ringan dan mudah diikuti.

Yang dipelajari: konten edukasi bisa dibuat praktis, visual, dan tidak terasa menggurui.

5

GTM pasti ada sebabnya

Contoh konten problem awareness yang menguatkan perasaan orang tua.

Yang dipelajari: validasi emosi audiens, hook kuat, dan pesan bahwa ibu tidak sendirian.

6

Event dan aktivitas anak

Contoh konten aktivitas keluarga yang ringan, ceria, dan visualnya hidup.

Yang dipelajari: variasi scene, suasana aktif, dan cara membuat konten keluarga terlihat menyenangkan.

7

Snack MPASI tinggi protein

Contoh konten resep booster BB dengan visual step-by-step.

Yang dipelajari: format resep singkat, bahan jelas, dan visual yang membuat audiens ingin mencoba.

8

Menu rutin untuk anak

Contoh konten rutinitas ibu yang terasa personal dan meyakinkan.

Yang dipelajari: rutinitas berulang, bukti kebiasaan, dan gaya cerita yang terasa dekat dengan keseharian ibu.

9

Bu Cinta

Contoh referensi tambahan untuk membaca gaya penyampaian dan ritme konten.

Yang dipelajari: amati pembukaan video, tempo bicara, alur cerita, dan bagian yang membuat konten terasa menarik.

04 · Checklist 7 Hari

Panduan kerja sederhana agar tidak bingung.

Centang setiap tahap ketika sudah selesai. Checklist ini membantu affiliator mengikuti alur produksi dengan rapi.

Isu Flek Paru pada Anak

Konten awareness untuk membantu ibu lebih peka terhadap batuk lama, nafsu makan turun, berat badan sulit naik, tubuh lemas, dan aktivitas anak yang menurun.

A1Masalah Mendadak

  • Batuk lama tidak kunjung reda: gunakan hook yang mengajak ibu tidak menyepelekan batuk lama.
  • Nafsu makan menurun: gambarkan anak makin sulit makan saat kondisi tubuh kurang nyaman.
  • Berat badan sulit naik: tekankan pentingnya memantau berat badan anak.
  • Anak lemas dan tidak aktif: bangun empati dari perubahan perilaku anak.

A2Kebiasaan Harian

  • Pantau durasi batuk, nafsu makan, berat badan, dan energi anak.
  • Dukung asupan harian anak dengan rutinitas yang aman dan konsisten.
  • Periksa jika keluhan berlanjut. Suplemen bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan.

A3Harapan Ibu

  • Anak kembali aktif, ceria, dan tidak mudah lemas.
  • Nafsu makan anak lebih terjaga.
  • Berat badan lebih terpantau selama masa pemulihan.

A4Emosi Ibu

  • Cemas melihat anak batuk lama.
  • Sedih saat anak makin susah makan.
  • Lega saat punya rutinitas pendukung asupan harian.

Isu Wasting / Anak Sangat Kurus

Konten untuk membahas anak yang terlihat sangat kurus, berat badan sulit naik, tubuh tampak kecil, atau sering dikomentari kurus.

B1Masalah Mendadak

  • Anak terlihat semakin kurus: ajak ibu lebih sadar terhadap perubahan tubuh anak.
  • Berat badan tidak naik: sorot keresahan saat angka timbangan stagnan.
  • Sering dikomentari kurus: gunakan angle emosional yang relatable.
  • Nafsu makan rendah: arahkan ke rutinitas pendukung asupan harian.

B2Kebiasaan Harian

  • Rutin pantau berat badan, bukan hanya menilai dari bentuk tubuh.
  • Catat pola makan anak agar ibu tahu asupan hariannya.
  • Bangun rutinitas pendukung asupan tanpa klaim mengobati wasting.

B3Harapan Ibu

  • Anak tumbuh lebih kuat, aktif, dan tidak terlihat semakin kurus.
  • Grafik pertumbuhan lebih terpantau.
  • Ibu lebih tenang karena punya rutinitas yang jelas.

B4Emosi Ibu

  • Sedih saat anak dibilang kurus.
  • Cemas ketika timbangan tidak naik.
  • Ingin memberikan yang terbaik tanpa menyalahkan diri sendiri.

Isu Anak Susah Makan

Konten paling luas dan relatable untuk ibu: GTM, picky eater, hanya mau susu, makan diemut, melepeh makanan, dan bekal tidak habis.

C1Masalah Mendadak

  • GTM total: anak mengunci mulut setiap kali disuapi.
  • BB stagnan di KMS: berat badan tidak naik selama beberapa bulan.
  • Anak lemas dan tidak ceria: energi anak menurun karena asupan sedikit.
  • Picky eater ekstrem: hanya mau makanan tertentu dan menolak menu lain.
  • Makan sambil melepeh: makanan masuk mulut tetapi dibuang kembali.
  • Ngemut: makanan didiamkan terlalu lama di mulut.
  • Hanya mau susu: anak menolak makanan padat.

C2Kebiasaan Harian

  • Ritual pemicu lapar tiap pagi sebelum sarapan.
  • Bekal sekolah diharapkan tidak kembali utuh.
  • Persiapan makan malam agar suasana keluarga lebih hangat.
  • Stok produk di meja makan sebagai pengingat rutinitas.
  • Evaluasi porsi makan mingguan.

C3Harapan Ibu

  • Kejar target garis hijau di KMS dengan pemantauan pertumbuhan.
  • Investasi di masa golden age dengan asupan harian yang lebih terjaga.
  • Anak aktif, berprestasi, dan tidak lemas.
  • Ibu menjadi pahlawan nutrisi yang lebih peka terhadap kebutuhan anak.

C4Emosi Ibu

  • Meja makan penuh keceriaan, bukan drama.
  • Bahagia melihat piring licin.
  • Bebas dari rasa bersalah karena anak tidak mau makan.
  • Ketenangan pikiran karena punya rutinitas pendukung.
  • Momen bonding berkualitas saat makan.
05 · Laporan Admin

Kirim link video dan kode boost dengan format rapi.

Pelaporan dianggap lengkap jika affiliator mengirim minimal 3 link video beserta kode boost masing-masing video.

Wajib dicek: pastikan link bisa dibuka, kode boost benar, isu konten jelas, dan video tidak mengandung klaim berlebihan.
06 · Penutup

Affiliator punya panduan yang jelas dari awal.

Dengan panduan ini, konten Enteros diharapkan lebih natural, edukatif, emosional, mudah dipahami, dan tetap aman dari klaim berlebihan.

ENTEROS

Panduan Konten Affiliate Enteros © 2025

Format laporan berhasil disalin
error: Content is protected !!