Panduan lengkap dan mendalam mengenai standar teknis pembuatan konten (UGC) dan daftar isu strategis (CAVAC Model) untuk memastikan konten memiliki daya tarik organik yang tinggi.
Bagian ini adalah fondasi utama kerja sama. Affiliator wajib mengikuti standar teknis berikut untuk memastikan konten memiliki daya tarik organik yang tinggi.
Video harus dalam bentuk Portrait (9:16) dengan durasi optimal antara 15 hingga 25 detik.
Durasi ini dirancang agar pesan padat, hook kuat, dan meningkatkan retention rate (tidak membosankan).
Konten harus bergaya User Generated Content (UGC). Artinya, video harus terasa organik, tulus, dan personal—bukan seperti iklan TV formal.
Fokus pada interaksi khas affiliator yang bercerita kepada audiens (seperti rekomendasi dari teman/sesama Ibu).
Suara harus terdengar jernih (tidak bising/mendam) dengan artikulasi skrip yang mudah dipahami oleh audiens awam.
DILARANG Hard-Selling Tanpa Suara: Wajib menggunakan suara asli (atau voiceover yang jelas). Tidak boleh hanya potong gambar + musik.
Tampilkan produk Enteros secara nyata untuk membangun kepercayaan audiens.
Pegang produk, tunjukkan tekstur jika perlu, atau tunjukkan momen saat produk diberikan kepada anak secara langsung.
Setelah menerima produk, Affiliator wajib mengikuti alur operasional berikut dengan disiplin.
Affiliator wajib memberikan review/ulasan bintang 5 pada etalase produk di marketplace (TikTok Shop/Shopee) tempat produk di-checkout segera setelah produk diterima dan dicoba.
Minimal 2 Konten Video harus selesai dan diunggah dalam waktu 7 hari kalender setelah produk diterima.
Affiliator wajib melaporkan/mengirimkan link video yang sudah diunggah kepada admin sebagai bukti penyelesaian tugas (melalui grup koordinasi atau form).
Affiliator WAJIB memilih minimal satu isu di bawah ini sebagai narasi utama dalam video. Konten harus terfokus dan relevan dengan audiens.
Kondisi darurat saat anak mengunci mulut rapat-rapat setiap kali sendok makan mendekat.
Kekhawatiran saat melihat timbangan anak di buku kesehatan tidak naik selama berbulan-bulan.
Masalah saat anak kekurangan energi karena jumlah asupan makanan harian yang sangat sedikit.
Kondisi saat anak menolak semua menu kecuali satu jenis makanan saja (misal: hanya mau nasi tanpa lauk).
Anak mulai menangis atau ketakutan hanya dengan melihat perlengkapan makannya sendiri.
Masalah saat anak mau memasukkan makanan ke mulut, namun segera membuangnya kembali.
Kebiasaan anak mendiamkan makanan di mulut hingga berjam-jam tanpa dikunyah atau ditelan.
Kondisi di mana anak menggantungkan semua asupan nutrisinya pada cairan dan ogah menyentuh makanan padat.
Anak mulai menghindar atau bersembunyi ketika mengetahui waktu makan telah tiba.
Kondisi kritis di mana nafsu makan anak hilang sepenuhnya setelah masa pemulihan dari sakit.
Membiasakan minum suplemen sebagai pembuka hari agar anak siap menyantap sarapannya.
Menjadikan suplemen sebagai rahasia rutin agar kotak bekal anak selalu kembali dalam keadaan kosong.
Rutinitas memberikan asupan pendukung di sore hari agar anak lahap saat makan bersama keluarga.
Memastikan botol produk selalu terlihat sebagai tanda bahwa menjaga nafsu makan adalah tugas rutin harian.
Rutinitas Ibu dalam memantau apakah porsi makan anak sudah sesuai dengan target mingguan yang ditetapkan.
Ambisi Ibu untuk memastikan kurva pertumbuhan anaknya selalu berada di area paling sehat.
Kesadaran Ibu untuk tidak melewatkan masa pertumbuhan emas anak dengan memberikan dukungan nutrisi terbaik.
Harapan agar anak memiliki cadangan energi yang cukup untuk mengeksplorasi bakatnya tanpa rasa lemas.
Cita-cita agar anak tumbuh maksimal dan percaya diri dengan postur tubuh yang kompetitif.
Aspirasi menjadi orang tua yang sukses mengelola asupan gizi anak tanpa rasa stres.
Keinginan untuk mengubah momen makan dari situasi "perang" menjadi suasana yang penuh tawa.
Perasaan bahagia yang mendalam bagi seorang Ibu saat melihat hasil masakannya dihabiskan dengan lahap.
Menghilangkan perasaan gagal sebagai orang tua ketika melihat anak tidak mau makan.
Hadiah bagi Ibu berupa pikiran yang tenang karena urusan makan anak sudah teratasi dengan baik.
Menggunakan waktu makan sebagai sarana untuk mempererat kedekatan emosional antara Ibu dan buah hati.
Kondisi saat perut anak terasa keras dan penuh gas, bikin anak rewel dan ogah makan.
Masalah saat anak mengejan kesakitan atau tidak BAB berhari-hari karena kekurangan serat prebiotik.
Kondisi saat bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik, sehingga pencernaan jadi kacau.
Tanda bahwa makanan di dalam perut tidak terolah dengan baik oleh bakteri baik (probiotik).
Masalah di mana nutrisi hanya "lewat" saja karena dinding usus tidak sehat (Makan banyak tapi tetap kecil).
Kondisi perut anak yang jadi gampang bermasalah setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Munculnya gatal-gatal atau ruam pada anak yang sering kali berakar dari kesehatan usus yang buruk.
Anak sering terbangun malam hari karena merasa tidak nyaman di area pencernaan.
Tanda adanya sisa makanan yang menumpuk dan membusuk di saluran cerna karena kurangnya bakteri baik.
Masalah kesehatan anak yang sering drop karena 80% benteng pertahanan tubuh (imun) ada di usus.
Membiasakan minum prebiotik kurma dari Enteros agar bakteri baik di usus punya tenaga untuk bekerja seharian.
Menjadikan pencernaan yang lancar sebagai rutinitas otomatis yang bikin anak nyaman beraktivitas.
Rutinitas memberikan Enteros saat anak sedang malas makan sayur atau buah agar kebutuhan serat prebiotiknya terpenuhi.
Kebiasaan memberikan perlindungan bakteri baik sebelum anak bermain dan jajan di luar rumah.
Menjadikan Enteros sebagai rutinitas sebelum tidur agar proses pengolahan makanan di malam hari berjalan sempurna.
Keinginan Ibu agar usus anak sehat karena usus yang sehat akan mendukung kecerdasan otak anak.
Aspirasi Ibu agar wajah dan kulit anak terlihat segar dan tidak kusam karena ususnya bersih dari racun.
Harapan agar anak memiliki sistem pertahanan tubuh yang kuat karena ekosistem probiotiknya terjaga optimal.
Cita-cita agar anak tumbuh tinggi dan besar karena setiap nutrisi yang masuk terserap 100% oleh usus.
Ingin melihat anak bisa mengeksplorasi banyak hal tanpa terganggu masalah pencernaan yang sering kambuh.
Perasaan lega dan bahagia saat melihat anak BAB dengan lancar tanpa perlu menangis kesakitan.
Kepuasan batin karena tahu cara merawat "mesin" tubuh anak melalui asupan prebiotik yang tepat.
Perasaan tenang saat anak jajan di luar karena Ibu tahu pertahanan usus anak sudah kuat.
Perasaan puas melihat anak menikmati makanan karena perutnya selalu terasa enak dan tidak begah.
Menghilangkan beban pikiran Ibu yang sering menyalahkan diri sendiri saat anak jatuh sakit atau sembelit.